November 2011 | Merancang Ruang Hemat Energi

MERANCANG RUANG HEMAT ENERGI

Teks Dewi Kartini, Foto Ricardo de Melo
Desain Dicky Aryoaditomo, Properti Lukman Masputra, BSD, Tangerang

  • Ruang tamu bersebelahan dengan Foyer, yang di tandai oleh penempatan meja konsol. Dinding berlapis wallcover motif bunga menjadi focal point ruang yang cantik ini.
  • Ruang ini cukup sejuk pada siang yang┬á terik karena dinding, lantai, dan atap menggunakan styrofoam berlapis beton┬á (concrete).

     
PRINSIP UTAMA rumah ini adalah mengupayakan agar hawa dalam rumah tidak panas, sekaligus dapat menghemat listrik. Desain bangunan dibuat dengan banyak bukaan agar terjadi ventilasi silang yang baik, sehingga udara menjadi sejuk. Sehingga ruang mendapat pencahayaan alami yang cukup.
Konsep tersebut ditunjang oleh penggunaan material yang “bersahabat” dengan panas. Hampir seluruh elemen bangunan, mulai dinding, lantai, atap, tangga, pergola, hingga septic tank, menggunakan styrofoam yang mampu mereduksi panas dari luar bangunan hingga 93%. Alhasil, tanpa menggunakan AC (air conditioning), ruang cukup sejuk.
Konsep hemat energi yang diusung bangunan ini menjadikan rumah lebih ramah lingkungan.

  • Kamar tidur berlantai kayu ini dilengkapi furnitur kayu solid. Kusen jendela diberi warna senada dengan warna furnitur.
  • Aksen ruang adalah penutup kasur dan bantal motif bunga yang segar.
   

Mengapa Styrofoam?
Rumah lima lantai ini berdiri di atas lahan 250m2 dengan luas bangunan 750m2. Arsitek Dicky Aryoaditomo dan pemilik rumah , Lukman Masputra, sepakat menggunakan material Styrofoam dengan mempertimbangkan sejumlah keunggulannya.
Styrofoam merupakan thermal insulation yang mereduksi panas hingga 93% dan mampu meredam suara (sound proof).  Bahannya ringan; 130kg/m2 untuk ketebalan dinding 15cm. Struktur yang ringan dapat menghindari kerusakan yang berat saat terjadi gempa, sehingga bangunan lebih tahan gempa. Bangunan dengan material ini juga lebih tahan terhadap api, kelembapan, dan lebih cepat di aplikasikan.

  • Seluruh jendela dan pintu dilengkapi dua penutup. Penutup pertama, daun pintu dan jendela kayu, sedangkan penutup kedua kawat nyamuk.
  • Semua jendela dan pintu dapat dibuka dan mengalirkan udara ke dalam rumah, namun nyamuk/serangga terhalang masuk. Proses penyejukan ruang jadi maksimal.
  • Hampir seluruh elemen bangunan, mulai dari lantai, dinding, atap, plafon, pergola, hingga septic tank, memakai material utama styrofoam.
  • Bangunan lebih sejuk karena styrofoam mereduksi panas hingga 93%

Persiapan & Aplikasi Styrofoam
Ada beberapa perusahaan yang memproduksi Styrofoam jenis ini. Harganya bervariasi, tergantung ketebalannya, dan relatif lebih mahal daripada bata dengan campuran semen dan pasir. Tingkat kemahalannya berkisar 10%-15% dari bata, tapi manfaatnya lebih banyak.
Bagaimana persiapan dan aplikasinya untuk membangun sebuah rumah? Berikut ini tahapannya.

  1. Arsitek menyerahkan gambar desain ke pabrik. Misalnya, gambar dinding, lantai, dan atap.
  2. Pabrik memproduksi atau mencetak material styrofoam sesuai gambar desain tadi.
  3. Material yang sudah siap diantarkan ke lokasi.
  1. Material disusun dan diaplikasikan sesuai dengan desain. Setiap bagian material diberi kode untuk mempermudah penempatan saat pemasangan.
  2. Material styrofoam disusun dengan wiremesh sebagai penguat, kemudian diisi semen dan diplester semprot dengan beton (concrete) untuk menutup wiremesh.
  3. Setelah kering, dilakukan lagi pelapisan kedua, hingga dicapai ketebalan yang diinginkan.
  4. Langkah akhir adalah proses penghalusan material (finishing)
Catatan : Pastikan desain sudah tepat ketika diberikan ke pabrik. Akan sangat merepotkan jika terjadi perubahan desain setelah material selesai diproduksi.
 
Sumber: Majalah Idea
 

Berita Terkait:

Print Friendly