Februari 2012 | APAR Training

Pengenalan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) dan cara penggunaannya merupakan salah satu dari rangkaian pelatihan K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) karyawan PT. Beton Elemenenindo Putra. Bekerja sama dengan CV. Wahana Jaya, pada tanggal 10 Februari 2012 kami berkesempatan untuk mempraktikan cara memadamkan api menggunakan pemadam portable ini. Diawali pembekalan pengetahuan dasar mengenai kebakaran, kami menjadi lebih sadar tentang penyebab-penyebab timbulnya api, memadamkan kebakaran tingkat awal, mengamankan lokasi kebakaran serta proses evakuasi.

Terjadinya api diakibatkan bergabungnya tiga unsur yaitu panas, bahan mudah terbakar (fuel), dan oksigen (O2), lebih dikenal dengan nama segitiga api (fire triangle). APAR didefinisikan sebagai alat pemadam api yang mudah dibawa, cepat dan tetap dalam penanganan dini jika terjadi kebakaran. Kebakaran diklasifikasikan menjadi 4 (empat) kelas yakni, kebakaran akibat benda padat, misalnya kertas dan kayu, kelas A. Kebakaran akibat cairan mudah terbakar, misalnya bensin, kelas B. Kebakaran akibat listrik, kelas C, dan kebakaran akibat logam, misalnya magnesium dan sodium, kelas D.

Untuk jenis kebakaran yang berbeda-beda penyebabnya, APAR yang digunakannya pun berbeda, pada kebakaran kelas A pemadam yang digunakan adalah air, air tidak bisa digunakan untuk memadamkan kebakaran akibat listrik karena sifat kondutivitasnya, juga kebakaran akibat cairan mudah terbakar karena kemungkinan adanya reaksi antara air dengan cairan yang terbakar tersebut. Kebakaran akibat listrik dan cairan mudah terbakar dapat dipadamkan menggunakan karbon dioksida (CO2), sedangkan pemadam berjenis dry chemical dapat digunakan untuk memadamkan api untuk kebakaran semua kelas (A, B, C dan D).

Pemahaman-pemahaman tentang keadaan gawat darurat tersebut kami korelasikan dengan kondisi di dalam pabrik kami, mengingat begitu banyak hal yang dapat memicu terjadinya kebakaran membuat kami menjadi lebih berhati-hati, mulai dari diri sendiri dan hal-hal kecil seperti tidak merokok di area pabrik, sampai meninjau kembali sarana-sarana pemadam kebakaran yang sudah ada. Di PT. Beton Elemenindo Putra sendiri sarana APAR untuk penanganan dini kebakaran sudah cukup memadai, kami menempatkan APAR di setiap titik yang diidentifikasi memiliki resiko kebakaran, thermatic sensor temperatur di seluruh atap bagian produksi serta alarm pendeteksi asap (smoke detector).


Setelah diberikan contoh cara memadamkan api oleh instruktur, seluruh staff berkesempatan untuk ÔÇťmain apiÔÇŁ dan memadamkannya dengan alat-alat APAR yang tersedia. Hari itu kami tiba-tiba menjadi akrab dengan APAR yang biasanya hanya kami lihat tergantung di sudut-sudut bagian produksi, sungguh pelatihan yang sangat bermanfaat. Tujuan akhir yang ingin kami capai dari pelatihan ini adalah membekali diri dengan pengetahuan penanganan kondisi gawat darurat kebakaran, meningkatkan kualitas mental kesehatan dan keselamatan kerja, serta menanamkan jiwa menjaga dan memiliki perusahaan dengan mawas diri dari semua hal yang bisa mengakibatkan terjadinya kebakaran.

Print Friendly